intuisi

lebam hitam terpukul kayu berpaku tajam.
mengucur darah segar, anyir terhirup tak tahan.
dia masih tertegun tak kuasa melihat badannya jatuh tak berdaya.
satu persatu datang menghampirinya sembari tertawa lebar.

menghitam. semua menghitam, tak lagi terasa mata melihat.
wajahnya dibalut dengan karung basah air hujan tadi siang.
dia duduk dikursi dengan tangan terikat kuat di belakang.
terdengar suara cambuk memburu dan teriakan keras.

tampaknya dia tak sendirian.

suara cambuk terasa semakin dekat dan tibalah melayang di lehernya.
hampir pingsan, namun pikirannya masih terjaga.
"haha ... sakit bukan?" terdengar suara sangat dekat dengan daun telinganya.
dia mengenal suara itu, suara yg tak asing baginya.

namun siapakah ia.

sembari terus membabi buta dan cambuk satu persatu meluluh lantakan sekujur tubuhnya.
siapakah kau?, apa salahku?
"apa salahmu? haha ... , kau tanya apa salahmu ...?" ujarnya sembari terus tertawa.
satu tamparan keras melayang di pipinya.

"kasih minum dia ..., haha ..." ujarnya.
serentak badannya dijatuhkan ke kolam, serta kursi yang mengikatnya.
kolam itu terasa amis. bau tak sedap, nafasnya mulia sulit.
tiba-tiba kursi yang mengikatnya terhempas lalu terbalik kepala dia dibawah.

dimasukanya kembali dia kedalam air.
hingga sesak nafasnya, dan terus diangkat kembali.
bagitu terus dan berulang-ulang.
ketika diangkat dibukalah tutup kepalanya.

terlihat wajah yg sangat ia kenal.
dia adalah mantan atasanya yang telah dipenjara selama 10 tahun.
"sekarang kau kenal aku...?" ujarnya sembari menyedot rokok di jari kanannya.
"kau jebloskan aku ke penjara..., dan kau bendaharaku dahulu yang suci. haha ..."

dia tak berkutik, kepalanya masih pusing.
matanya pun masih berkunang-kunang.
"apa... yang kau maw, dariku?" ujarnya terpatah-patah.
"hahaha ..., yang ku maw adalah ini ..." serontak sebuah semburan api menyemprot muka dan badannya.

 "andai saja kau beri waktu itu sejumlah cash yang ku mau, tak kan terjadi seperti ini."
"bakar dia ..." ujarnya menjadi jadi.

dan dia pun terjatuh dalam kolam itu yang telah dipenuhi mayat mayat yang senasib denganya. 

No comments:

Post a Comment