Sunday, November 8, 2009

09:26:46 8/11/2009

assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuhh

dengan wajah kusut dan rambut yang masih compang camping ku masuk ke dalam kamar mandi samping bilik kost ku, dingin..... musim dingin mulai mencabik cabikan lidah tajam nya ke seluruh relung tulang ku, tapi asa ku tak maw kalah untuk berambisi membersihkan seongok daging titipan dari sang khalik untuk menjalankan amanat suci dari tanah kampung halaman yaitu "kuliah"

ku kenakan celana rankap ketat tebal khusus musim dingin itu, dengan segenap semangat yang ku miliki singsingkan lengan baju dan rapikan rambut dengan jungkat yang telah terisi minyak rambut yang masih awet dari indonesia kadang ku sempet jengkel memakainya kadang kala ku pun tak pernah memaikainya jadi wajar kalau minyak rambut gasby mandom blue jelly itu tak habis di makan jaman.

jam casio di tangan ku menunjukan jam 10:28 waktu akan masuk pelajaran yang kedua yaitu tarikh tasri, dengan penuh semangat ku langkah kan kaki menuju tangga yang akan di teliti anak anaknya langkah demi langkah menuju lantai 5 gedung syariah islamiyah Al Azhar Tanta , perlahan tapi pasti ku masuk ruangan Qoah 11 yang penuh dengan mahasiswa yang tampak sibuk dengan obrolan mereka sendiri sembari menunggu dosen yang akan datang, ku pun duduk di bangku yang lumayan belakang, salah satu dari teman ku pun menyalamiku kupun langsung berdiri mencium pipi kanan kiri layaknya adab bertemu orang mesir sesama teman dan keluarga dalam islam
"izzayak sihhah "
"alhamdullillah fi amnillah"
"fii al muhadhoroh ya ahmad ..."
"ohh...mesyi ..."
"aus rohh fien ta dilwati?"
"ais ruh suwayya istana hina ..."
"aiwah ..."

ahmad teman kuliah ku yang masih berumur 18 tahun itu tampak tinggi besar seperti layaknya pawakan orang mesir, dia pun keluar untuk menyelesaikan hajatnya sebentar, beberapa menit kemudian masuklah sekonyon konyong mahasiswa yang sedang asik mengobrol di teras kelas , nampaknya dosen pun datang , ku pun dengan segera menyegerakan duduku dan segala peralatan ku "

dosen yang jauh disana mengucapkan beberapa patahkata yang tampaknya di pahami oleh orang mesir , bagiku ku pun hanya bisa suhbatul ustadz dengan mendengarkanya walaupun kadang sempat bertanya tanya apa yang sedang dia katakan dengan penuh semangat dan penuh tenaga itu, sampai sampai dia hanya mengambil satu nafas dalam perkataaanya yang panjang,

setelah beberapa menit ku pun tak ada satu point yang ku dapat akhirnya kupun membaca buku bahasa inggris diktat untuk kelas satu yang ku bawa, halaman pertama buku yang bertuliskan proffession of faith tampak jelas menerangkan tentang shahadat, ternyata sesuatu yang sangat simple dan remeh itu mempunyai arti yang sangat besar dan berpengaruh dalam menentukan hidup dan masa depan dunia dan akhirat orang maka sungguh sangat sayang sekali bagi orang yang tak mengantongi shahadat yang bener dalam hidupnya ....