Sedikitpun diri ini tiada habisnya memikirkan Mu ilahi,
mencari dan terus mencari kemana arah cinta sejati yang kan Kau beri.
Ketika rasa sayang yang kau anugrahi hinggap di satu hati,
saat itulah jiwa ini terasa dibui dalam janji-janji intuisi.
Berlabuh sudah air mata berlinar permata jingga di pipi.
Temukan arti kasih sayang sunyi tiada berarti.
Kini sesal yang tlah lama Kau ajari,
Menjadi bumbu semangat jiwa mudaku tuk bersinar kembali.
Jauh di ujung sana ku pancangkan niat dan cita.
Ku awali dari langkah kecil, lalu terseok dan terjatuh pula di lembah namanya cinta.
Cinta, tak bisa dikata, tak bisa diucap begitu saja.
Karna dia butuh pengobanan dan tanggung jawab untuk setia.
Akhirnya ku luruskan lagi nafigasi arah kan ku tempuh.
Hibur diri. Lupakan kenangan yang memakan hati menjadi rapuh.
Sekarang, aku berjalan setapak di tengah ladang sepi dan gersang,
sembari ku bertanya adakah diri ini ingin berhenti atau maju ke medan perang.
mencari dan terus mencari kemana arah cinta sejati yang kan Kau beri.
Ketika rasa sayang yang kau anugrahi hinggap di satu hati,
saat itulah jiwa ini terasa dibui dalam janji-janji intuisi.
Berlabuh sudah air mata berlinar permata jingga di pipi.
Temukan arti kasih sayang sunyi tiada berarti.
Kini sesal yang tlah lama Kau ajari,
Menjadi bumbu semangat jiwa mudaku tuk bersinar kembali.
Jauh di ujung sana ku pancangkan niat dan cita.
Ku awali dari langkah kecil, lalu terseok dan terjatuh pula di lembah namanya cinta.
Cinta, tak bisa dikata, tak bisa diucap begitu saja.
Karna dia butuh pengobanan dan tanggung jawab untuk setia.
Akhirnya ku luruskan lagi nafigasi arah kan ku tempuh.
Hibur diri. Lupakan kenangan yang memakan hati menjadi rapuh.
Sekarang, aku berjalan setapak di tengah ladang sepi dan gersang,
sembari ku bertanya adakah diri ini ingin berhenti atau maju ke medan perang.