setelah ku nikmati indah semu senyum biasmu.
sekarang kau suguhkan padaku tatapan hampa jual mahalmu.
aku tahu, kamu unik, kamu natural.
sesaat kau buang mukamu seakan tak butuh.
kerapuhanmu kau poles sedemikian rupa.
semua tak lain tuk sembunyi dari tangkapanku.
lagi-lagi aku tahu kamu telah tertarik.
tanganmu bergoyang bergerak kesana kemari.
kau kikuk dan serba salah.
namun kau ingin buktikan bahwa kamu nyaman.
hmm..., sekarang kau mulai terbawa.
matamu tak berani menatapku.
kadang kau tersenyum namun tak percaya diri.
dadamu bergejolak ntah bagaimana menatanya.
aduh, tampaknya kau terkena virus merah jambu akut.
saatnya ku ku beri tatapan sok tahu.
sembari senyum meremehkan.
dan bersiap untuk akhiri ending cerita dengan pamit.
sorry adek kecil aku harus tarik minuman segarnya.
sekarang kau suguhkan padaku tatapan hampa jual mahalmu.
aku tahu, kamu unik, kamu natural.
sesaat kau buang mukamu seakan tak butuh.
kerapuhanmu kau poles sedemikian rupa.
semua tak lain tuk sembunyi dari tangkapanku.
lagi-lagi aku tahu kamu telah tertarik.
tanganmu bergoyang bergerak kesana kemari.
kau kikuk dan serba salah.
namun kau ingin buktikan bahwa kamu nyaman.
hmm..., sekarang kau mulai terbawa.
matamu tak berani menatapku.
kadang kau tersenyum namun tak percaya diri.
dadamu bergejolak ntah bagaimana menatanya.
aduh, tampaknya kau terkena virus merah jambu akut.
saatnya ku ku beri tatapan sok tahu.
sembari senyum meremehkan.
dan bersiap untuk akhiri ending cerita dengan pamit.
sorry adek kecil aku harus tarik minuman segarnya.
No comments:
Post a Comment